Kamis, 18 Maret 2021

SKKNI Bidang Otomotif

SKKNI NOMOR 97 TAHUN 2018
TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA KATEGORI PERDAGANGAN BESAR DAN ECERAN; REPARASI DAN PERAWATAN MOBIL DAN SEPEDA MOTOR GOLONGAN POKOK PERDAGANGAN, REPARASI DAN PERAWATAN MOBIL DAN SEPEDA MOTOR BIDANG OTOMOTIF SUBBIDANG KENDARAAN RINGAN RODA 4 (EMPAT)

 

SKKNI NOMOR 147 TAHUN 2019
TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA KATEGORI PERDAGANGAN BESA DAN ECERAN, REPARASI DAN PERAWATAN MOBIL DAN SEPEDA MOTOR GOLONGAN POKOK PERDAGANGAN, REPARASI DAN PERAWATAN MOBIL DAN SEPEDA MOTOR BIDANG TEKNIK SEPEDA MOTOR

Jumat, 19 Februari 2021

MATERI MATRIKULASI MATA PELAJARAN TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF

 

KOMPETENSI DASAR ESENSIAL TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF

SMK KELAS X SMK MUHAMMADIYAH GAMPING TP 2020/2021

 

Kode

Kompetensi Dasar Pengetahuan (KD-3)

Kode

Kompetensi Dasar Keterampilan (KD-4)

Link Materi

SEMESTER 1

3.1

Memahami prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

4.1

Mengidentifikasi potensi dan resiko kecelakaan kerja

Klik di sini 

3.6

Memahami cara kerja engine 2 dan 4 langkah

4.6

Menjelaskan cara kerja engine 2 dan 4 langkah

Klik di sini

3.8

Menerapkan cara penggunaan OMM (Operation Maintencane manual, dan partbook

4.8

Menggunakan OMM (operation maintenance manual), service manual dan part book sesuai peruntukannya


 Klik di sini

SEMESTER 2

3.11

Memahami rangkaian kelistrikan sederhana

4.11

Membuat rangkaian listrik sederhana

 Klik di sini

3.14

Memahami dasar-dasar sensor

4.14

Menguji sensor

 Klik di sini

3.15

Mengevaluasi kerja baterai

4.15

Merawat baterai

 

  Download "Modul Matrikulasi Mata Pelajaran Teknologi Dasar Otomotif"  di sini

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah

 


 

Guru Mata Pelajaran


 


Sardi, S.Pd., M.M.

NIP.19670731 199003 1 006

 

Rendra Ananta P.H., S.Pd

NBM. 1334380


                                                                                               

 

 

 

 

                                                                                               

                                                         

 

Selasa, 12 Januari 2021

Engine Management System pada Sepeda Motor Injeksi



Berikut ini adalah komponen-komponen pada engine management system atau (EMS) sepeda motor injeksi:

1) ECU atau ECM (Engine Control Unit atau Engine Control Module) berfungsi menerima dan menghitung seluruh informasi/data yang diterima dari masing-masing sinyal sensor yang ada dalam mesin. Informasi yang diperoleh dari sensor berupa informasi tentang suhu udara yang masuk ke mesin, suhu oli pada mesin atau (EOT), suhu air pendingin mesin atau (WTS), tekanan atau jumlah udara masuk/melewati intake manifold atau (IAT), posisi katup throttle atau (TP Sensor), putaran mesin atau (RPM), posisi poros engkol atau (CKP), dan informasi pendukung yang lainnya. Pada umumnya sensor yang bekerja pada tegangan antara 0 volt sampai 5 volt. Selanjutnya ECU atau ECM menggunakan data yang didapat kemudian diolah dan dihitung lalu ECM atau ECU akan menentukan timing dan durasi injektor bekerja atau menyemprotkan bahan bakar dengan mengirim berupa   tegangan   listrik   ke   solenoid   injektor.  Pada beberapa mesin-mesin yang sudah lebih sempurna, disamping mengontrol injektor, ECU atau ECM juga dapat mengontrol sistem pengapian.

2) MAP (Manifold Absolute Pressure) sensor berfungsi memberikan sinyal ke ECU/ECM berupa informasi (deteksi) tekanan udara yang masuk ke intake manifold. Selain pada tipe MAP sensor, pendeteksian udara yang masuk ke intake manifold juga berisi tentang bentuk, jumlah, maupun berat udara. Ketika jumlah udara yang dideteksi maka sensornya dinamakan Air Flow Meter (AFM), sedangkan jika berat udara yang dideteksi maka  sensornya dinamakan Air Mass Sensor (AMS).

3) IAT (Engine air temperature) sensor berfungsi memberikan sinyal ke ECU/ECM berupa informasi (deteksi) tentang suhu udara yang masuk ke intake manifold. Tegangan 5 Volt dari ECU selanjutnya akan berubah menjadi tegangan sinyal yang nilainya berubah-ubah dipengaruhi oleh suhu udara masuk.

4) TP (Throttle Position) sensor berfungsi memberikan sinyal ke ECU/ECM berupa informasi (deteksi) tentang posisi katup throttle/katup gas. Generasi yang lebih terbaru dari sensor ini tidak hanya terdiri dari kontak-kontak yang hanya mendeteksi posisi idel/langsam dan posisi beban penuh. akan tetapi juga sudah berbentuk potensiometer (variable resistor) yang dapat memberikan sinyal data ke ECU/ECM pada setiap keadaan beban mesin. Konstruksi generasi yang mutahir dari sensor posisi katup gas sudah full elektronis, karena yang menggerakkan katup gas adalah elektromesin yang dikendalikan oleh ECU/ECM tanpa kabel gas yang terhubung dengan tuas gas. Generasi terbaru ini memungkinkan pengontrolan pada emisi/gas buang yang lebih bersih dikarenakan trotel gas yang digerakkan hanyalah memberikan sinyal tegangan ke ECU/ECM, dan pembukaan serta penutupan katup gas juga dilakukan oleh ECU/ECM secara elektronis.

5) Engine Oil Temperature (EOT) sensor berfungsi memberikan sinyal ke ECU/ECM berupa informasi (deteksi) tentang suhu oli mesin.

6) Bank Angle Sensor berfungsi merupakan sensor sudut kemiringan. Pada sepeda motor yang menggunakan sistem EFI/PGM-FI kebnyakan sudah dilengkapi dengan bank angle sensor (kecuali matic) yang bertujuan sebagai pengaman saat kendaraan terjatuh pada sudut kemiringan minimal sekitar 550. Sinyal atau informasi yang dikirim oleh bank angle sensor ke ECU/ECM saat sepeda motor terjatuh dengan sudut kemiringan yang telah ditentukan akan membuat ECU/ECM memberikan perintah untuk mematikan (meng-OFF-kan) injektor bahan bakar, koil pengapian, dan pompa bahan bakar. Dengan demikian peluang terbakarnya sepeda motor karena ada bahan bakar yang tercecer atau tumpah akan sangat kecil dikarenakan sistem pengapian dan sistem bahan bakar langsung dihentikan(di OFF kan) oleh ECU/ECM walaupun kunci kontak masih dalam posisi ON. Bank angle sensor akan mendeteksi saat sudut kemiringan sepeda motor. Jika sudut kemiringan yang masih di bawah limit, maka data yang dikirim ke ECU tidak akan sampai membuat ECU/ECM meng-OFF-kan ketiga komponen di atas.

Bagaimana dengan sudut kemiringan sepeda motor saat sedang menikung/berbelok?

Jika pada saat sepeda motor sedang dijalankan pada posisi menikung (walau kemiringannya melebihi 550), ECU/ECM tidak meng-OFF kan ketiga komponen tersebut. Ketika menikung terdapat gaya centripugal yang membuat sudut kemiringan penduluan dalam bank angle sensor tidak sama dengan kemiringan sepeda motor. Dengan demikian maka walaupun sudut kemiringan pada sepeda motor sudah mencapai 550, tapi dalam kenyataannya sinyal yang dikirim ke ECU/ECM masih mengindikasikan bahwa sudut kemiringannya masih di bawah 550 sehingga ECU/ECM tidak meng-OFF-kan ketiga komponen tersebut.

Untuk memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman silahkan cermati video berikut:


Glossarium:
CKP        : Crankshaft Position Sensor
DLC        : Data Link Connector
DTC        Diagnostic Trouble Code
ECM           Engine Control Module
EEPROM    Electrically Erasable Programmable Read Only Memory
MIL             : Malfunction Indicator Lamp
PGM-FI       Programmed Fuel Injection
SCS connector    : Service Check Short connector
Sensor TP           Sensor Throttle Position 

Sebagai latihan silahkan kerjakan soal-soal berikut ini:



Sumber: https://www.johanmekanik.com/2020/09/sensor-injeksi-sepeda-motor.html

Selasa, 05 Januari 2021

Spesifikasi Volume Oli Shock Depan Sepeda Motor (ml)

Takaran Oli Shok Depan Motor Honda : Astrea Grand 52 ml Legenda / Impresa 52 ml Beat Karbu 76 ml Beat FI lama 65 ml Beat Esp / Pop 62 ml Cs1 54,5 ml CB150R lama 178 ml CB150R led 177 ml CBR150R Thailand 221 ml CBR150R local 197 ml CBR250R Thailand 331 ml CBR250RR kanan 368 ml CRF 150L kanan 337 ml Karisma 68 ml Kirana 70 ml Supra X /Fit 64 ml Supra X 125/Fit S 72 ml Supra X Helm In 62 ml Scoopy Karbu 67 ml Scoopy FI 62 ml Scoopy ESP 62 ml SH150i 100 ml Spacy Karb 58 ml Spacy FI 59 ml Sonic 89 ml Revo 100 72 ml Revo / Blade 110 65,5 ml Revo FI 62 ml Vario 110 karbu 75 ml Vario 110 FI 62 ml Vario 110 ESP 62 ml Vario 125 lama 62 ml Vario Led 125, 150 62 ml PCX 150 116 ml Gl 100 / 125 80 ml Gl Max / Megapro 159 ml Mega pro primus 159 ml Megapro New 163 ml Tiger 126 ml Tiger New 135 ml Win 100 81 ml Verza 159 ml Takaran Oli Shock Yamaha : Mio Lama 53 ml Mio Soul 53 ml Mio Smille 60 ml Mio J 60 ml Mio GT 60 ml Soul GT 60 ml GT 125 60 ml Fino 62 ml Force 1 66 ml Nouvo 63 ml Vega R 62 ml Vega ZR 67 ml Jupiter Z 61 ml Jupiter MX 64 ml Vixion 230 ml Scorpio 244 ml RX king 177 ml Byson 487 ml R 15 244 ml R 25 487 ml Ukuran Oli Shock Depan Motor Suzuki : Spin 55 ml Skywave 53 ml Skydrive 53 ml Shogun 125 60 ml Shogun 125 New 51 ml Smash 51 ml Smash New 69 ml Satra R 120 51,5 ml Satria F 103,5 ml Thunder 125 150 ml Thunder 250 396 ml FXR 150 R 219 ml RGR 150 R 175 ml TS 125 125 ml Ukuran Oli Shock Depan Kawasaki Ninja 250 310 ml Blitz 52,7 ml Kaze 52,3 ml Kaze R 64 ml Ninja KR 150 M 220 ml Ninja KR 150 L 235 ml KLX 250 530 ml KLX 150 225 ml

Buku Pedoman Reparasi (BPR) Yamaha Vixion

 Berikut ini adalah Buku Pedoman Reparasi (BPR) Yamaha Vixion semoga bermanfaat.



Buku Pedoman Reparasi (BPR) Honda Beat PGM-FI

Berikut ini adalah Buku Pedoman Reparasi (BPR) Honda Beat PGM-FI semoga bermanfaat.