Selasa, 12 Januari 2021

Engine Management System pada Sepeda Motor Injeksi



Berikut ini adalah komponen-komponen pada engine management system atau (EMS) sepeda motor injeksi:

1) ECU atau ECM (Engine Control Unit atau Engine Control Module) berfungsi menerima dan menghitung seluruh informasi/data yang diterima dari masing-masing sinyal sensor yang ada dalam mesin. Informasi yang diperoleh dari sensor berupa informasi tentang suhu udara yang masuk ke mesin, suhu oli pada mesin atau (EOT), suhu air pendingin mesin atau (WTS), tekanan atau jumlah udara masuk/melewati intake manifold atau (IAT), posisi katup throttle atau (TP Sensor), putaran mesin atau (RPM), posisi poros engkol atau (CKP), dan informasi pendukung yang lainnya. Pada umumnya sensor yang bekerja pada tegangan antara 0 volt sampai 5 volt. Selanjutnya ECU atau ECM menggunakan data yang didapat kemudian diolah dan dihitung lalu ECM atau ECU akan menentukan timing dan durasi injektor bekerja atau menyemprotkan bahan bakar dengan mengirim berupa   tegangan   listrik   ke   solenoid   injektor.  Pada beberapa mesin-mesin yang sudah lebih sempurna, disamping mengontrol injektor, ECU atau ECM juga dapat mengontrol sistem pengapian.

2) MAP (Manifold Absolute Pressure) sensor berfungsi memberikan sinyal ke ECU/ECM berupa informasi (deteksi) tekanan udara yang masuk ke intake manifold. Selain pada tipe MAP sensor, pendeteksian udara yang masuk ke intake manifold juga berisi tentang bentuk, jumlah, maupun berat udara. Ketika jumlah udara yang dideteksi maka sensornya dinamakan Air Flow Meter (AFM), sedangkan jika berat udara yang dideteksi maka  sensornya dinamakan Air Mass Sensor (AMS).

3) IAT (Engine air temperature) sensor berfungsi memberikan sinyal ke ECU/ECM berupa informasi (deteksi) tentang suhu udara yang masuk ke intake manifold. Tegangan 5 Volt dari ECU selanjutnya akan berubah menjadi tegangan sinyal yang nilainya berubah-ubah dipengaruhi oleh suhu udara masuk.

4) TP (Throttle Position) sensor berfungsi memberikan sinyal ke ECU/ECM berupa informasi (deteksi) tentang posisi katup throttle/katup gas. Generasi yang lebih terbaru dari sensor ini tidak hanya terdiri dari kontak-kontak yang hanya mendeteksi posisi idel/langsam dan posisi beban penuh. akan tetapi juga sudah berbentuk potensiometer (variable resistor) yang dapat memberikan sinyal data ke ECU/ECM pada setiap keadaan beban mesin. Konstruksi generasi yang mutahir dari sensor posisi katup gas sudah full elektronis, karena yang menggerakkan katup gas adalah elektromesin yang dikendalikan oleh ECU/ECM tanpa kabel gas yang terhubung dengan tuas gas. Generasi terbaru ini memungkinkan pengontrolan pada emisi/gas buang yang lebih bersih dikarenakan trotel gas yang digerakkan hanyalah memberikan sinyal tegangan ke ECU/ECM, dan pembukaan serta penutupan katup gas juga dilakukan oleh ECU/ECM secara elektronis.

5) Engine Oil Temperature (EOT) sensor berfungsi memberikan sinyal ke ECU/ECM berupa informasi (deteksi) tentang suhu oli mesin.

6) Bank Angle Sensor berfungsi merupakan sensor sudut kemiringan. Pada sepeda motor yang menggunakan sistem EFI/PGM-FI kebnyakan sudah dilengkapi dengan bank angle sensor (kecuali matic) yang bertujuan sebagai pengaman saat kendaraan terjatuh pada sudut kemiringan minimal sekitar 550. Sinyal atau informasi yang dikirim oleh bank angle sensor ke ECU/ECM saat sepeda motor terjatuh dengan sudut kemiringan yang telah ditentukan akan membuat ECU/ECM memberikan perintah untuk mematikan (meng-OFF-kan) injektor bahan bakar, koil pengapian, dan pompa bahan bakar. Dengan demikian peluang terbakarnya sepeda motor karena ada bahan bakar yang tercecer atau tumpah akan sangat kecil dikarenakan sistem pengapian dan sistem bahan bakar langsung dihentikan(di OFF kan) oleh ECU/ECM walaupun kunci kontak masih dalam posisi ON. Bank angle sensor akan mendeteksi saat sudut kemiringan sepeda motor. Jika sudut kemiringan yang masih di bawah limit, maka data yang dikirim ke ECU tidak akan sampai membuat ECU/ECM meng-OFF-kan ketiga komponen di atas.

Bagaimana dengan sudut kemiringan sepeda motor saat sedang menikung/berbelok?

Jika pada saat sepeda motor sedang dijalankan pada posisi menikung (walau kemiringannya melebihi 550), ECU/ECM tidak meng-OFF kan ketiga komponen tersebut. Ketika menikung terdapat gaya centripugal yang membuat sudut kemiringan penduluan dalam bank angle sensor tidak sama dengan kemiringan sepeda motor. Dengan demikian maka walaupun sudut kemiringan pada sepeda motor sudah mencapai 550, tapi dalam kenyataannya sinyal yang dikirim ke ECU/ECM masih mengindikasikan bahwa sudut kemiringannya masih di bawah 550 sehingga ECU/ECM tidak meng-OFF-kan ketiga komponen tersebut.

Untuk memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman silahkan cermati video berikut:


Glossarium:
CKP        : Crankshaft Position Sensor
DLC        : Data Link Connector
DTC        Diagnostic Trouble Code
ECM           Engine Control Module
EEPROM    Electrically Erasable Programmable Read Only Memory
MIL             : Malfunction Indicator Lamp
PGM-FI       Programmed Fuel Injection
SCS connector    : Service Check Short connector
Sensor TP           Sensor Throttle Position 

Sebagai latihan silahkan kerjakan soal-soal berikut ini:



Sumber: https://www.johanmekanik.com/2020/09/sensor-injeksi-sepeda-motor.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar