Kamis, 09 Juli 2026

Isu Gaji Guru yang Rendah: Ancaman bagi Program Studi Keguruan atau Momentum Transformasi?


Isu Gaji Guru yang Rendah: Ancaman bagi Program Studi Keguruan atau Momentum Transformasi?

Oleh: Rendra Ananta Prima Hardiyanta


Dalam beberapa tahun terakhir, isu rendahnya gaji guru kembali menjadi perbincangan publik. Berbagai pemberitaan mengenai kesejahteraan guru honorer, rendahnya minat generasi muda menjadi guru, hingga menurunnya jumlah pendaftar pada program studi kependidikan menimbulkan kekhawatiran terhadap masa depan pendidikan Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru melalui berbagai kebijakan, seperti rekrutmen Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), peningkatan tunjangan profesi, serta perbaikan sistem pengelolaan guru. Bahkan, UNESCO menilai kebijakan transformasi PPPK di Indonesia sebagai salah satu upaya penting untuk meningkatkan status dan daya tarik profesi guru.

Pertanyaannya kemudian bukan lagi "mengapa gaji guru kecil?", melainkan "bagaimana program studi keguruan mampu menghasilkan lulusan yang tetap tertarik menjadi pendidik sekaligus memiliki kesejahteraan yang layak?"

Realitas Kesejahteraan Guru di Indonesia

Persepsi masyarakat mengenai rendahnya gaji guru tidak sepenuhnya keliru. Data Badan Pusat Statistik yang dipublikasikan kembali oleh Katadata menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan guru dan tenaga kependidikan di Indonesia pada tahun 2024 sekitar Rp2,86 juta per bulan, lebih rendah dibandingkan rata-rata Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp3,11 juta. Kondisi ini terutama dialami oleh guru non-ASN dan sebagian guru swasta.

Namun demikian, kondisi tersebut tidak dapat digeneralisasi kepada seluruh profesi guru. Guru ASN yang telah memiliki sertifikat pendidik memperoleh tambahan berupa Tunjangan Profesi Guru (TPG), berbagai tunjangan lainnya, serta jaminan karier yang relatif lebih baik. Kajian mengenai kebijakan sertifikasi guru juga menunjukkan bahwa tunjangan profesi secara signifikan meningkatkan kesejahteraan guru, meskipun peningkatan kesejahteraan saja belum otomatis meningkatkan kualitas pembelajaran apabila tidak diiringi pengembangan profesional berkelanjutan.

Paradoks Indonesia: Kekurangan Guru tetapi Minat Menjadi Guru Menurun

Fenomena menarik terjadi di Indonesia. Di satu sisi, pemerintah pernah memproyeksikan kekurangan lebih dari 1,3 juta guru akibat pensiun dan kebutuhan layanan pendidikan, sehingga mendorong kebijakan rekrutmen guru PPPK secara nasional.

Di sisi lain, sebagian program studi keguruan menghadapi tantangan berupa menurunnya minat calon mahasiswa. Isu kesejahteraan sering menjadi alasan utama ketika lulusan SMA memilih program studi yang dianggap memiliki prospek pendapatan lebih tinggi.

Paradoks ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan sekadar jumlah lulusan keguruan, melainkan persepsi masyarakat terhadap prospek karier guru.

Mengapa Program Studi Keguruan Tidak Bisa Hanya Mengandalkan Narasi "Menjadi Guru"

Perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut program studi kependidikan melakukan transformasi. Model pendidikan guru abad ke-21 tidak lagi cukup menghasilkan lulusan yang hanya siap mengajar di sekolah.

Lulusan harus memiliki kompetensi multidisiplin sehingga mampu berkarier sebagai:

  • Guru profesional;

  • Trainer industri;

  • Instruktur lembaga pelatihan;

  • Asesor kompetensi;

  • Pengembang media pembelajaran digital;

  • Konsultan pendidikan;

  • Technopreneur;

  • Content creator pendidikan; dan

  • Pendidik pada berbagai platform digital.

Dengan demikian, profesi guru tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan dengan satu sumber pendapatan, melainkan sebagai profesi berbasis kompetensi yang memiliki banyak peluang pengembangan karier.

Transformasi Program Studi Keguruan

Program studi keguruan memiliki posisi strategis untuk mengubah persepsi tersebut melalui reformasi kurikulum.

Pertama, kurikulum perlu mengintegrasikan kompetensi pedagogik dengan kompetensi profesional sesuai bidang keahlian. Pada program studi pendidikan vokasional, misalnya, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi guru, tetapi juga menjadi praktisi industri yang memahami perkembangan teknologi terbaru.

Kedua, sertifikasi kompetensi industri harus menjadi bagian dari proses pembelajaran. Sertifikasi seperti BNSP, kendaraan listrik (EV), hybrid vehicle, diagnostic scanner, maupun keselamatan kerja (K3) akan meningkatkan daya saing lulusan di luar sektor pendidikan.

Ketiga, penguatan Teaching Factory perlu diarahkan tidak hanya sebagai laboratorium pembelajaran, tetapi juga sebagai pusat layanan profesional yang memberikan pengalaman bisnis nyata kepada mahasiswa.

Keempat, literasi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) harus menjadi kompetensi inti. Guru masa depan tidak cukup mampu mengajar di kelas, tetapi juga harus mampu menghasilkan media pembelajaran digital, kursus daring, video edukasi, maupun konten pembelajaran berbasis AI.

Kasus Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif

Bagi Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif (PVTO), tantangan ini justru menjadi peluang.

Lulusan tidak hanya memiliki kompetensi sebagai guru SMK, tetapi juga dapat berkarier sebagai:

  • Technical trainer industri;

  • Instruktur otomotif;

  • Asesor kompetensi;

  • Konsultan teknologi otomotif;

  • Pengembang media pembelajaran;

  • Wirausahawan bengkel modern; serta

  • Spesialis kendaraan listrik dan sistem elektronik otomotif.

Model Teaching Factory Hybrid yang mengintegrasikan pembelajaran di kampus dengan kebutuhan industri menjadi salah satu pendekatan yang mampu memperluas peluang kerja lulusan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kompetensi yang dimiliki.

Penutup

Besarnya gaji guru memang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Namun, bagi program studi keguruan, fokus utama seharusnya bukan hanya memperdebatkan besaran gaji, melainkan membangun lulusan yang memiliki kompetensi tinggi, adaptif terhadap perubahan teknologi, tersertifikasi, berjiwa wirausaha, serta mampu menciptakan berbagai sumber pendapatan profesional.

Paradigma baru pendidikan guru perlu bergeser dari "mencetak pencari kerja" menjadi "mencetak pendidik profesional yang mampu menciptakan nilai (value creator)". Dengan pendekatan tersebut, isu rendahnya gaji guru tidak lagi menjadi hambatan utama dalam menarik minat generasi muda, melainkan menjadi momentum untuk mentransformasi pendidikan keguruan menuju profesi yang lebih kompetitif, adaptif, dan berkelanjutan.

Daftar Pustaka

Bismo, P. A., Chozin, M. N., Angela, & Hanna. (2024). Is Double Salary Enough? Examining Civil Servant Teachers' Welfare as the Effect of Teacher Certification Policy in Indonesia. Natapraja.

UNESCO. (2024). Global Report on Teachers: Addressing Teacher Shortages and Transforming the Profession.

UNESCO Institute for Statistics. Average Teacher Salary Relative to Other Professions Requiring Comparable Qualifications.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2026). Persentase Guru ASN Tahun Ajaran 2025/2026.

Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2022). Menuntaskan Rekrutmen Satu Juta Guru.

Katadata. (2026). The Average Salary of Indonesian Teachers Was Below the Minimum Wage in 2024.

Kamis, 28 April 2022

KISI-KISI SOAL PAT TDO KELAS X TKRO 2022

 

KISI-KISI SOAL

PENILAIAN AKHIR TAHUN

 

NAMA SEKOLAH

: SMK MUH. GAMPING

KURIKULUM ACUAN

: 2013 REV

BENTUK SOAL

: PILIHAN GANDA (PG)

KOMPETENSI KEAHLIAN

: TKRO

KELAS/SEM/TAHUN

: X/2/2022

ALOKASI WAKTU

: XX MENIT

MATA PELAJARAN

: TDO

JUMLAH SOAL

: 40

PENYUSUN

: RENDRA ANANTA P.H., S.Pd.

No

KI

KD

Jumlah Soal per KD

Materi

Indikator Soal

Tingkat Ranah Indikator

Skor

Tingkat Kesukaran

Keterangan

Mudah

Sedang

Sukar

1

3

3.1

1

Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Disajikan deskripsi tentang Keselamatan dan kesehatan kerja menurut Kepmenaker Nomor 463/MEN/1993, siswa dapat mengidentifikasi pengertian K3

C2

5

1

 

 

 

2

3

3.1

1

Upaya melaksanakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Disajikan deskripsi tentang upaya K3, siswa dapat mengidentifikasi upaya K3 dengan tepat

C2

5

1

 

 

 

3

3

3.1

1

Fungsi APD

DIsajikan deskripsi tentang APD, siswa dapat mengidentifikasi fungsi APD dalam K3

C2

5

1

 

 

 

4

3

3.2

1

APAR jenis CO2

Disajikan deskripsi tentang APAR jenis CO2, Siswa dapat mengidentifikasi bahan yang efektif dipadamkan adalah jenis premium, minyak tanah, dan oli.

C3

5

 

1

 

 

5

3

3.2

1

Kebakaran kelas (tipe) A

Disajikan deskripsi tentang Kebakaran yang disebabkan oleh bahan plastik, kayu, kain, kertas, dan yang sejenis , SIswa dapat mengidentifikasi kepakaran kelas (tipe) A

C3

5

 

1

 

 

6

3

3.2

1

Kebakaran kelas (tipe) B

Disajikan deskripsi tentang Kebakaran yang disebabkan oleh bahan cari yang mudah terbakar, SIswa dapat mengidentifikasi kepakaran kelas (tipe) B

C4

5

 

 

1

 

7

3

3.6

1

SIklus kerja motor 2 tak

Disajikan deskripsi tentang karakteristik motor 2 tak, siswa dapat menganalisis ciri motor 2 tak yang spesifik

C3

5

 

1

 

 

8

3

3.6

1

Keuntungan motor 4 tak

Disajikan keuntungan dan kelemahan motor 4 tak, siswa dapat megnanalisis keuntungan motor 4 tak/langkah dengan cermat

C3

5

 

1

 

 

9

3

3.6

1

Kelemahan motor 2 tak

Disajikan keuntungan dan kerugian motor 2 tak, siswa dapat megnanalisis kelemahan motor 2 tak/langkah dengan cermat

C3

5

 

1

 

 

10

3

3.6

1

Siklus Kerja motor 4 tak

Disajikan urutan siklus kerja motor 4 tak, siswa dapat menentukan siklus kerja motor 4 tak/langkah dengan tepat

C3

5

 

1

 

 

11

3

3.6

1

Mekanisme katup pada langkah buang

Disajikan mekanisme katup pada langkah buang, Siswa dapat menganalisis mekanisme katup dan kejadian pada saat langkah buang dengan tepat.

C3

5

 

1

 

 

12

3

3.6

1

Perbandingan mesin bensin dan mesin diesel

Disajikan perbandingan mesin bensin dan mesin diesel, Siswa dapat menganailis perbedaan dari segi jenis bahan bakar dan kompresinya dengan tepat

C4

5

 

 

1

 

13

3

3.6

1

Keuntungan motor 2 tak

Disajikan keuntungan dan kelemahan motor 2 tak, siswa dapat megnanalisis keuntungan motor 2 tak/langkah dengan cermat

C3

5

 

1

 

 

14

3

3.6

1

Syarat pembakaran yang efisien

Disajikan syarat pembakaran yang efisien pada mesin, Siswa dapat menentukan syarat pembakaran yang efisien pada mesin dengan tepat.

C3

5

 

1

 

 

15

3

3.6

1

Fungsi injector pada mesin diesel

Disajikan fungsi injector, Siswa dapat menentukan fungsi injector pada mesin diesel untuk mengabutkan bahan bakar dengan tepat.

C2

5

1

 

 

 

16

3

3.11

1

Komponen kelistrikan

Disajikan deskripsi tentang komponen kelistrikan. Peserta didik dapat mengidentifikasi pengertian rangkaian kelistrikan.

C2

4

1

 

 

 

17

3

3.11

1

Sumber Energi

Disajikan deksripsi tentang sumber energy kelistrikan. Peserta didik dapat mengidentifikasi baterai

C2

4

1

 

 

 

18

3

3.11

1

Komponen kelistrikan pasif

Disajikan deskripsi tentang komponen kelistrikan pasif. Peserta didik dapat mengidentifikasi resistor

C3

4

 

1

 

 

19

3

3.11

1

Beban Kelistrikan

Disajikan deksipsi tentang komponen beban kelistrikan.  Peserta didik dapat mengidentifikasi klakson

C3

4

 

1

 

 

20

3

3.11

1

Penghantar Listrik

Disajikan deskripsi tentang komponen penghantar listrik. Peserta didik dapat mengidentifikasi kabel tembaga

C3

4

 

1

 

 

21

3

3.11

1

Rangkaian Seri

Disajikan deskripsi tentang komponen beban yang disusun secara berurutan. Peserta didik dapat mengidentifikasi rangkaian seri.

C3

4

 

1

 

 

22

3

3.11

1

Rangkaian Paralel

Disajikan deskripsi tentang komponen kelistrikan yang disusun secara bercabang. Peserta didik dapat mengidentifikasi rangkaian parallel.

C3

4

 

1

 

 

23

3

3.11

1

Rangkaian Gabungan

Disajikan deskripsi tentang rangkaian kelistrikan sejajar dan bercabang. Peserta didik dapat menganalisis rangkaian kelistrikan campuran/gabungan

C4

4

 

 

1

 

24

3

3.14

1

 

Disajikan singkatan tentang EFI. Peserta didik dapat menyebutkan kepanjangan Electronic Fuel Injection

C4

4

1

 

 

 

25

3

3.14

1

Sensor IATS

Disajikan gambar Intake Air Temperatur Sensor (IATS). Peserta didik dapat mengidentifikasi fungsi IATS

C3

4

 

1

 

 

26

3

3.14

1

Sensor TPS

Disajikan gambar tentang Throttle Position Sensor. Peserta didik dapat mengidentifikasi fungsi Throttle Position Sensor dan alat ukur TPS

C3

4

 

1

 

 

27

3

3.14

1

Sensor MAF

Disajikan gambar tentang MAF sensor. Peserta didik dapat mengidentifikasi fungsi MAF sensor

C3

4

 

1

 

 

28

3

3.14

1

Sensor MAP

Disajikan gambar tentang MAP Sensor. Peserta didik dapat mengidentifikasi fungsi sensor MAP.

C3

4

 

1

 

 

29

3

3.14

1

Sensor CMP

Disajikan gambar tentang sensor CMP. Peserta didik dapat mengidentifikasi fungsi sensor CMP.

C3

4

 

1

 

 

30

3

3.14

1

Sensor O2

Disajikan gambar tentang sensor gas buang. Peserta didik dapat mengidentifikasi fungsi O2 sensor

C3

4

 

1

 

 

31

3

3.14

1

Sensor Tekanan Oli

Disajikan gambar sensor untuk mendeteksi tekanan oli. Peserta didik dapat menganalisis fungsi sensor tekanan oli pada mesin

C4

4

 

 

1

 

32

3

3.14

1

Sensor WTS

Disajikan gambar sensor temperature air pendingin. Peserta didik dapat mengidentifikasi fungsi sensor temperature air pendingin

C3

4

 

1

 

 

33

3

3.14

1

Sensor Knock

Disajikan gambar sensor knocking. Peserta didik dapat mengidentifikasi knocking pada mesin.

C3

4

 

1

 

 

34

3

3.15

1

Fungsi Baterai

Disajikan gambar tentang rangkaian kelistrikan dan komponen-komponennya. Peserta didik dapat mendeskripsikan fungsi baterai sebagai sumber energy listrik.

C2

4

1

 

 

 

35

3

3.15

1

Perawatan Baterai

Disajikan tabel perawatan baterai. Peserta didik dapat menganalisis metode pengisian baterai/aki

C4

4

 

 

1

 

36

3

3.15

1

Komponen Baterai

Disajikan gambar komponen-komponen baterai. Peserta didik dapat megnanalisis komponen baterai yang seringkali mudah terkena karat dan berjamur

C4

4

 

 

1

 

37

3

3.15

1

Elektrolit Baterai

Disajikan kondisi elektrolit baterai. Peserta didik dapat megnanalisis kondisi jumlah elektrolit baterai yang baik

C4

4

 

 

1

 

38

3

3.15

1

Hydrometer

Disajikan alat ukur berat jenis baterai. Peserta didik dapat mengidentifikasi fungsi Hydrometer

C2

4

1

 

 

 

39

3

3.15

1

Fuse/Sekring

Disajikan deskripsi tentang fuse/sekring dalam rangkaian kelistrikan. Peserta didik dapat mengidentifikasi fungsi sekring untuk membatasi arus listrik pada rangakaian

C3

4

 

1

 

 

40

3

3.15

1

Fungsi Kabel Penghantar

Disajikan deskripsi kabel penghantar. Peerta didik dapat mendeskripsikan fungsi kabel penghantar untuk menghubungkan komponen kelistrikan.

C3

4

 

1

 

 

 

ttd pak sardiKepala SMK Muh. Gamping

 

                                                        

ttd rendra biruGuru Mata Pelajaran

 

 

 

 

 

 

Sardi, S.Pd., M.M.

NIP. 19670731 199003 1 006

 

Rendra Ananta P.H., S.Pd.

NBM. 1334380

x