Jumat, 17 Januari 2020

DAFTAR UNIT KOMPETENSI OTOMOTIF TEKNIK KENDARAAN RINGAN OTOMOTIF


DAFTAR UNIT KOMPETENSI OTOMOTIF TEKNIK KENDARAAN RINGAN OTOMOTIF
BERDASARKAN KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN
REPUBLIK INDONESIA NOMOR 97 TAHUN 2018 TANGGAL 25 MEI 2018



No
Kode Unit

Unit Kompetensi

1
G.45OTO01.001.2
Melaksanakan  Keselamatan  dan  Kesehatan Kerja
2
G.45OTO01.002.2
Menggunakan   Peralatan   dan   Perlengkapan Tempat Kerja
3
G.45OTO01.003.2
Melaksanakan Komunikasi di Tempat Kerja
4
G.45OTO01.004.2
Melaksanakan Pemeliharaan Komponen
5
G.45OTO01.005.2
Memperbaiki Sistem Hidrolik
6
G.45OTO01.006.2
Melaksanakan Teknik Pematrian
7
G.45OTO01.007.2
Membaca Gambar Teknik
8
G.45OTO01.008.2
Menggunakan Alat Ukur
9
G.45OTO01.009.2
Melaksanakan Diagnosis
10
G.45OTO01.010.2
Melakukan Perawatan Berkala Engine
11
G.45OTO01.011.2
Melepas Rangkaian Engine dari Kendaraan
12
G.45OTO01.012.2
Melakukan Proses Overhaul Engine
13
G.45OTO01.013.2
Memeriksa Kepala Silinder dan Komponen Kepala Silinder
14
G.45OTO01.014.2
Merakit Kepala Silinder dan Komponen Kepala Silinder
15
G.45OTO01.015.2
Memeriksa Blok Silinder dan Komponen Blok Silinder
16
G.45OTO01.016.2
Merakit Blok Silinder dan Komponen Blok Silinder
17
G.45OTO01.017.2
Memperbaiki Blok Silinder
18
G.45OTO01.018.2
Menguji Engine dan Komponen Engine
19
G.45OTO01.019.2
Memasang Rangkaian Engine pada Kendaraan
20
G.45OTO01.020.2
Memelihara Sistem Pelumasan Engine
21
G.45OTO01.021.2
Memperbaiki Sistem Pelumasan Engine
22
G.45OTO01.022.2
Memelihara Sistem Pendinginan Engine
23
G.45OTO01.023.2
Memperbaiki Sistem Pendinginan Engine
24
G.45OTO01.024.2
Mengganti  Cairan  pada  Sistem  Pendinginan Engine
25
G.45OTO01.025.2
Memperbaiki Radiator
26
G.45OTO01.026.2
Memelihara Sistem Bahan Bakar Bensin
27
G.45OTO01.027.2
Memperbaiki Sistem Bahan Bakar Bensin
28
G.45OTO01.028.2
Memperbaiki Karburator
29
G.45OTO01.029.2
Memelihara Sistem Bahan Bakar Diesel
30
G.45OTO01.030.2
Memperbaiki Sistem Bahan Bakar Diesel
31
G.45OTO01.031.2
Memperbaiki Pompa Injeksi Engine Diesel
32
G.45OTO01.032.2
Memelihara Sistem Kontrol Emisi
33
G.45OTO01.033.2
Memperbaiki Sistem Kontrol Emisi
34
G.45OTO01.034.2
Melakukan perawatan Turbo Charger
35
G.45OTO01.035.2
Melaksanakan Perawatan Sistem Rem
36
G.45OTO01.036.2
Melaksanakan Overhaul  Sistem Rem
37
G.45OTO01.037.2
Melaksanakan Perataan Piringan Rem Cakram
38
G.45OTO01.038.2
Melaksanakan Bleeding Rem
39
G.45OTO01.039.2
Melaksanakan Perawatan Sistem Kemudi
40
G.45OTO01.040.2
Melaksanakan Overhaul  Sistem Kemudi
41
G.45OTO01.041.2
Melaksanakan Bleeding Hydraulic Power Steering
42
G.45OTO01.042.2
Memeriksa Sistem Suspensi
43
G.45OTO01.043.2
Melaksanakan Penggantian Komponen Sistem Suspensi
44
G.45OTO01.044.2
Melaksanakan Wheel Balance (Balans Roda)
45
G.45OTO01.045.2
Melaksanakan Wheel Alignment (Pelurusan Roda)
46
G.45OTO01.046.2
Melaksanakan  Penggantian Bantalan Roda
47
G.45OTO01.047.2
Memelihara Sistem Kopling dan Komponen-Komponennya
48
G.45OTO01.048.2
Memperbaiki Sistem Kopling dan Komponen-Komponennya
49
G.45OTO01.049.2
Melaksanakan Overhaul Sistem Kopling Dan Komponen-Komponennya
50
G.45OTO01.050.2
Memelihara Transmisi Manual
51
G.45OTO01.051.2
Memperbaiki Transmisi Manual
52
G.45OTO01.052.2
Melakukan Overhaul Transmisi Manual
53
G.45OTO01.053.2
Memelihara Transmisi Otomatis
54
G.45OTO01.054.2
Memperbaiki Transmisi Otomatis
55
G.45OTO01.055.2
Melakukan Overhaul Transmisi Otomatis
56
G.45OTO01.056.2
Memelihara Gardan
57
G.45OTO01.057.2
Memperbaiki Gardan
58
G.45OTO01.058.2
Melakukan Overhaul Gardan
59
G.45OTO01.059.2
Memelihara Poros Propeller
60
G.45OTO01.060.2
Memperbaiki Poros Propeller
61
G.45OTO01.061.2
Melakukan Overhaul Poros Propeller
62
G.45OTO01.062.2
Memelihara Poros Penggerak Roda
63
G.45OTO01.063.2
Memperbaiki Poros Penggerak Roda
64
G.45OTO01.064.2
Melakukan Overhaul Poros Penggerak Roda
65
G.45OTO01.065.2
Memelihara Baterai
66
G.45OTO01.066.2
Mengganti Baterai Kendaraan Ringan
67
G.45OTO01.067.2
Melepas Komponen Kelistrikan
68
G.45OTO01.068.2
Merangkai Jaringan Kelistrikan pada Kendaraan
69
G.45OTO01.069.2
Memperbaiki Sistem Kelistrikan
70
G.45OTO01.070.2
Memperbaiki Sistem Pengisian
71
G.45OTO01.071.2
Memperbaiki Sistem Starter
72
G.45OTO01.072.2
Memperbaiki Sistem Penerangan
73
G.45OTO01.073.2
Memperbaiki Kerusakan Pada Sistem Pengaman Kelistrikan
74
G.45OTO01.074.2
Memperbaiki Sistem Pengaman Kendaraan
75
G.45OTO01.075.2
Memasang Perlengkapan Kelistrikan Tambahan Elektris
76
G.45OTO01.076.2
Memperbaiki Wiring Harness Body
77
G.45OTO01.077.2
Memperbaiki Sistem Pengapian
78
G.45OTO01.078.2
Memperbaiki Sistem Manajemen Engine
79
G.45OTO01.079.2
Memperbaiki Sistem Pengendalian Elektronik Penggerak Empat Roda
80
G.45OTO01.080.2
Memperbaiki Sistem Kelistrikan Body Control Electronic
81
G.45OTO01.081.2
Memperbaiki  Sistem  Rem  dengan  Anti-Lock Brake Sistem (ABS)
82
G.45OTO01.082.2
Memasang Sistem Air Conditioner
83
G.45OTO01.083.2
Memperbaiki Sistem Air Conditioner
84
G.45OTO01.084.2
Memelihara Sistem Air Conditioner
85
G.45OTO01.085.2
Memperbaiki Sistem Peringatan

Kamis, 09 Januari 2020

PERENCANAAN PEMETAAN KOMPETENSI ABAD 21 DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN VOKASIONAL DI INDONESIA

PERENCANAAN PEMETAAN KOMPETENSI ABAD 21 DALAM
KURIKULUM PENDIDIKAN VOKASIONAL
DI INDONESIA

Rendra Ananta Prima Hardiyanta
Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Negeri Yogyakarta



Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan perencanaan pemetaan kompetensi abad 21 dalam kurikulum pendidikan vokasional di Indonesia. Isi kurikulum yang harus ada dalam pendidikan vokasional khususnya pendidikan kejuruan harus dapat mengajarkan kompetensi-kompetensi/keterampilan yang dibutuhkan di masa depan. Metode dalam penelitian ini adalah studi literatur dari berbagai sumber artikel, buku, maupun majalah kemudian dilanjutkan dengan survei kebutuhan kompetensi di beberapa bidang industri yang ada di indonesia. Penelitian menghasilkan perencanaan pemetaan kompetensi abad 21 dalam kurikulum pendidikan vokasional di Indonesia baik untuk pendidikan menegah (Vocational High School) maupun pendidikan tinggi (Diploma). Kompetensi tersebut dapat dijabarkan menjadi 8 kompetensi/keterampilan yaitu: (1) Keterampilan komunikasi (communication skills), (2) Keterampilan bekerja dalam kelompok (team work skills), (3) Keterampilan mengatasi masalah (problem solving skills), (4) Keterampilan berinisiasi dan kewirausahaan (initiative and enterprise skills), (5) Keterampilan perencanaan dan pengorganisasian (planning and organising skills), (6) Keterampilan dalam managemen diri (self-management skills), (7) Keterampilan untuk belajar (learning skills), (8) Keterampilan menggunakan teknologi terbaru (teknology skills).


PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 semakin pesat hingga mempengaruhi kebutuhan kompetensi pendidikan vokasional. Banyak pekerjaan rutin seperti operator yang hilang berganti dengan pekerjaan0pekerjaan kreatif seperti programer dan disainer. Pendidikan voaksional sebagai lembaga yang menyiapkan peserta didik untuk memasuki dunia kerja dituntut untuk mencetak pribadi yang memiliki kompetensi/keterampilan yang dibutuhkan di masa depan yaitu keterampilan vokasional abad 21. Kajian tentang keterampilan yang dibutuhkan pendidikan vokasional abad 21 merupakan kajian yang akan dibahas dalam paper ini.

METODE
Metode dalam penelitian ini adalah studi literatur dari berbagai sumber artikel, buku, maupun majalah kemudian dilanjutkan dengan survei kebutuhan kompetensi di beberapa bidang industri yang ada di indonesia.


DISKUSI DAN PEMBAHASAN
Berikut ini merupakan hasil kajian literatur dan survei pekerjaan yang ada di indonesia. Ternyata membutuhkan beberapa kompetensi diantaranya adalah seperti yang ditunjukan dalam tabel Kompetensi Berorientasi pada Kebutuhan Dunia Kerja Masa Depan berikut.
Tabel 1. Kompetensi Berorientasi pada Kebutuhan Dunia Kerja Masa Depan
No
Kompetensi
Indikator
Alasan
1
Keterampilan komunikasi (communication skills)
Bicara jelas dan langsung
Agar dapat berkambang orang harus bisa memahami mekaligus menyampaikan ide/gagasan atau laporan dalam bentuk lisan maupun tulisan dengan jelas dan cepat.
Menyampaikan ide/gagasan melalui tulisan atau gambar
Mendengarkan dengan cermat terhadap instruksi dan informasi dari atasan maupun rekan kerja
Membaca dan interpretasi instruksi kerja dan rambu-rambu keamanan dan keselamatan
Menjalin interaksi yang positif dengan atasan dan rekan kerja dalam pekerjaan
Menyusun laporan kegiatan/pekerjaan
2
Keterampilan bekerja dalam kelompok (team work skills)
Menerapkan kerja kelompok dalam situasi tertentu terutama dalam konteks pekerjaan.
Pekerjaan kecil dapat diselesaikan satu orang, namun pekerjaan yang besar di masa depan menuntut orang untuk saling bekerja sama menggunakan skills yang dimiliki masing-masing individu atau komunitas untuk mencapai tujuan bersama.
Berkontribusi dalam perencanaan dan eksekusi pelaksanaan pekerjaan.
Bekerja secara kooperatif dengan orang lain yang berbeda umur, jenis kelamin, sukum agama, atau persuasi politik.
3
Keterampilan mengatasi masalah (problem solving skills)
Menyesuaikan metode kerja dalam merespon perubahan situasi dan kondisi
Permasalahan timbul setiap saat. Pribadi yang tidak kuat dalam pemecahan masalah akan cenderung lari dari permasalahan. Hal ini menyebabkan pribadi tersebut tidak berkembang. Permasalahan yang ada di masa depan justru harus dipikirkan bagaimana alternatif solusinya dengan berpikir kritis.
Berpartisipasi dalam keputusan tim dalam isu-isu pekerjaan
Memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi dalam tim.
4
Keterampilan berinisiasi dan kewirausahaan (initiative and enterprise skills)
Menghadiri dalam adaptasi terhadap perubahan kondisi kerja atau perubahan area kerja
Kemampuan yang dibutuhkan di masa depan tidak dapat diprediksi dengan tepat sehingga kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru adalah hal yang penting. Selain dapat bekerja dengan baik pada bidang tertentu, manusia masa depan dituntut dapat menciptakan pekerjaan yang baru.
Mengidentifikasi potensi peningkatan terhadap praktik dan kondisi pekerjaan
Mengidentifikasi dan mengakses resiko di tempat kerja
Menciptakan metode pekerjaan baru yang lebih berdampak dan bermanfaat dibandingkan pekerjaan sebelumnya.
5
Keterampilan perencanaan dan pengorganisasian (planning and organising skills)
Mengelola waktu dan prioritas untuk menyelesaikan pekerjaan
Tenaga kerja masa depan harus dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan tepat sehingga dapat dinikmati orang lain. Pekerjaan tidak akan mendapatkan hasil yang baik tanpa manajemen pengorganisasian lingkungan kerja yang baik.
Mengidentifikasi dan mendapatkan peralatan yang tepat dan izinya
Mengidentifikasi potensi resiko atau bahaya dan mempersiapkan respon yang tepat
Mengikuti prosedur dan teknik yang relevan dengan peralatan dan pekerjaan yang dilakukan
6
Keterampilan dalam managemen diri (self-management skills)
Bertanggungjawab atas perencanaan dan prioritas mengorganisir pekerjaan sendiri
Sebelum bekerja dan berkolaborasi dengan orang lain maka harus memastikan diri sendiri dapat bekerja dengan baik sesuai dengan tanggungjawab dan standar kerja yang ada..
Menyelesaikan tugas yang dikerjakan
Memantau kinerja sendiri untuk memastikan pekerjaan akan selesai dengan baik dan tepat waktu
Mengidentifikasi standar kerja yang diharapkan di tempat kerja
Mengevaluasi kemampuan diri sendiri
7
Keterampilan untuk belajar (learning skills)
Bersedia untuk belajar cara-cara baru untuk bekerja
Kebutuhan,Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang sehingga jika ingin bertahan hidup harus mengikuti perkembangan IPTEK. Salah satu cara untuk tetap survive di amsa depan adalah dengan belajar sepanjang hayat karena kalau tidak maka skills kita akan usang dan tidak dibutuhkan lagi.
Mencari informasi untuk meningkatkan kinerja dari orang-orang dan dokumen kerja seperti kebijakan, prosedur, dll.
Mengidentifikasi karakteristik peralatan, kemampuan teknis, keterbatasan, dan SOP.
8
Keterampilan menggunakan teknologi (teknology skills)
Memilih alat komunikasi yang efektif dan efisien
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat cepat harus dapat dimanfaatkan untuk membantu proses produksi barang dan jasa di perusahaan. Kemampuan dalam memilih dan memanfaatkan teknologi ini penting untuk mencapai efektivitas dan efisiensi kerja.
Menggunakan teknologi komunikasi sesuai dengan tempat kerja (email,smartphone,radio,HT, IoT)
Menggunakan teknologi untuk memantau dan melaporkan kemajuan kerja (RFID).
Mengolah big data menjadi informasi yang baru (Digital Marketing).
Menggunakan peralatan teknologi dengan aman tanpa menyebabkan kerusakan diri, alat, maupun lingkungan kerja (Suistainable).

Keterampilan-keterampilan diatas dapat digabarkan seperti kue-kue yang saling terhubung dan saling membutuhkan untuk menjawab kebutuhan abad 21.


Gambar 1. Kompetensi dalam Kurikulum Abad 21
KESIMPULAN
Keterampilan-keterampilan di atas dapat dibentuk melalui proses pendidikan kejuruan 3 tahun maupun 4 tahun melalui model pembelajaran vokasional (Sudira, 2018:164-195) diantaranya: model pembelajaran (1) pemecahan masalah, (2) berbasis proyek, (3) berbasis produksi, (4) teaching factory, (5) berbasis kompetensi, (6) berbasis kerja, (7) berbasis kooperatif, (8) berbasis inkuiri, dan (9) berbasis diskoveri.
Disain pembelajaran vokasional khususnya kejuruan disusun dengan cara: (1) mengidentifikasi pekerjaan dan jabatan yang tersedia, (2) menganalisis tugas kerja dan langkah pelaksanaan tugas kejra, (3) Merumuskan learning outcome program studi keahlian sesuai dengan jabatan kerja, (4) menganalisis isi dan struktur kurikulum program studi, (5) Menyelaraskan standar kompetensi dengan tugas kerja dan komeptensi dasar dengan langkah kerja, (6) Menyusun silabus dan perumuskan indikator pencapaian kompetensi (IPK), (7) Merumuskan materi pembelajaran, (8) menyusun tujuan pembelajaran, (9) menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, dan (10) menyusun teknik asesmennya.
Hal yang penting yang dibutuhkan dalam pembelajaran vokasional secara umum antara lain: (1) Internet, (2) Pensil dan kertas, (3) Smartphone, (4) Permainan edukasi, (5) Tes dan kuis, (6) Guru yang baik, (7) Biaya alat dan bahan, serta (8) Orang tua yang penyayang.

REFERENSI
Kuntarti Eri Murti. (2015). Pendidikan Abad 21 dan Aplikasinya dalam Pembelajaran di SMK. Diakses dari https://p4tksb.kemdikbud.go.id/images/artikel/Pendidikan_Abad_21_dan_Aplikasinya_dalam_Pembelajaran_di_SMK_-_Kuntari.pdf pada tanggal 2 Januari 2020

Sudira, P. (2018). Metodologi Pembelajaran Vokasional Abad XXI Inovasi, Teori, dan Praksis. Yogyakarta: UNY Press

Sudira, P. (2018). TVET Abad XXI Filosofi, Teori, Konsep, dan Strategi Pembelajaran Vokasional. Yogyakarta: UNY Press

Syiti Rommala. (2018). 7 Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan. Diakses dari https://www.gadjian.com/blog/2018/04/24/7-faktor-yang-mempengaruhi-kinerja-karyawan/ pada tanggal 2 Januari 2020

Video Murid Vs Guru Tentang Kurikulum di Sekolah Abad 21

Video Murid Vs Guru Tentang Kurikulum di Sekolah Abad 21



Video yang bejudul “Guru vs Murid” di atas menggambarkan tentang protes murid terhadap kurikulum pendidikan yang dilakukan gurunya terhadapnya. Menurutnya pendidikan yang dilakukan tidak akan berguna untuk masa depannya karena kedepan segala pekerjaan akan menuju otomatisasi. Sebaiknya murid diajarkan tentang bagaimana memiliki keuletan beradaptasi dengan perubahan baru sehingga mampu menghadapi permasalahan dunia nyata. Fokus pendidikan seharusnya fokus pada pembentukan kecerdasan manusia yang tidak dimiliki robot karena robot bisa melakukan lebih baik dari manusia dalam hal tertentu. Fungsi guru seharusnya menjadi fasilitator pembelajaran. Guru memiliki pekerjaan yang cukup berat yaitu menyiapkan murid untuk menghadapi masa depan yang belum ada saat ini. Saran dari murid ini akhirnya diterima oleh gurunya dan gurunya berjanji untuk menyampaikannya kepada pimpinan.

Kurikulum pendidikan kejuruan sudah seharusnya mengikuti perkembangan zaman. Berbagai ahli mengemukakan bahwa tujuan pendidikan vokasional maupun pendidikan kejuruan adalah untuk menyiapkan peserta didik untuk bekerja pada bidang dan level tertentu. Pekerjaan masa depan diprediksi bukan merupakan pekerjaan keringat, namun pekerjaan otak. Sehingga pendidikan kejuruan harus menyiapkan peserta didiknya bukan hanya mengoperasikan alat (operator) namun juga berpikir kritis, berkolaborasi, dan berinovasi dengan kreaivitasnya untuk mengoptimalkan proses produksi baik barang maupun jasa. Kalau tidak demikian maka pendidikan vokasional khususnya pendidikan kejuruan hanya akan menyiapkan peserta didik untuk menjadi antrian pengangguran karena tidak memiliki skill yang dibutuhkan di masa depan dan hanya fokus pada skill yang ada pada buku teks. Melihat begitu pentingnya pendidikan vokasional dalam pembangunan ekonomi maka sudah seharunya industri, pemerintah, sekolah, dan masyarakat mendukung dan ikut mengawasi pelaksanaan pendidikan kejuruan berorientasi pada skills pekerjaan masa depan mulai dari perencanaan/penysunan kurikulum, pelaksanaan kurikulum, hingga evaluasi kurikulum.